Senin, 02 Maret 2015

matematika 3

JAJARGENJANG
SIFAT, KELILING, LUAS DAN PENERAPAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
MATEMATIKA


Disusun oleh:
Wahyu Maruto Aji (210613166)

Dosen Pengampu :
Kurnia Hidayati, M.Pd.

JURUSAN TARBIYAH
PROGAM STUDY PENDIDIKDN GURU MADRASYAH IBYIDAIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PONOROGO 2015


A.    Pengertian jajar genjang
Contoh bangun jajargenjang adalah:
                                                                    
 Belah Ketupat dan Jajar Genjang                                                             
Pada gambar bangun jajargenjang di atas, terlihat bahwa sisi AB sejajar dengan sisi DC dan sisi AD sejajar dengan BC. Sisi AB dan sisi DC slaing berhadapan, dan sisi AD dan sisi BC juga sling berhadapan.
Dari uraian diatas, bisa kita buat pengertian jajargenjang. 
Jajargenjang adalah segiempat yang sepasang sisi-sisinya yang berhadapan adalah sejajar.[1]
Jajargenjang merupakan segi empat yang diperoleh dengan menggabungkan segitiga dengan bayangannya, jika segitiga itu diputar 2 putaran pada titika tengah salah satunya.[2]
A.    Sifat jajargenjang
Sifat-sifa tjajargenjang:
a.     Sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang
b.     Kedua diagonalnya berpotongan di tengah-tengah
c.       Sudut yang berhadapan sama besar
d.     Sudut yang berdekatan jumlahnya 180 derajat.
e.      Menempati bingkainya dengan 2 cara.[3]
B.     Keliling jajargenjang
Jajargenjang adalah bangun datar yang mempunyai dua pasang sisi sejajar yang sama panjang. Cara menghitung keliling jajargenjang adalah dengan mengukur panjang samua sisi dan menjumlahkannya:
  Belah Ketupat dan Jajar Genjang
Panjang sisi jajargenjang diatas adalah 4 cm, 3 cm, 4 cm dan 3 cm. keliling jajargenjang adalah 4 cm + 3 cm + 4 cm + 3 cm = 14 cm.[4]



A.    Luas daerah jajargenjang

pada gambar tersebut mempunyai dua pasang sisi yang sejajar dan sama panjang, yaitu AB dan CD dan BC dengan AD. Pada , jajar genjang ini, sisi AD dan BC disebut dengan kaki-kaki jajar genjang, dan sisi AB disebut dengan sisi alas, sisi CD disebut sisi atas, sedangkan sisi DE disebut dengan tinggi jajar genjang.                                                
Luas jajar genjang       = Luas persegi panjang
                                  = alas x tinggi
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk setiap jajar genjang dengan alas = a, tinggi = t, dan Luas = L, berlaku atau, secara matematis adalah L= a x t
Dimana:           L: luas
                        a: alas (setiap sisi dapat dipandang sebagai alas)
                        t: tinggi (jarak antara dua sisi sejajar)
  

                       t = 8 cm
                                                         

a = 16 cm


L = A x t .
L=
16 cm x 8 cm =128 cm2.



A.    Manfaat jajargenjang
 
Gambar permukaan jalan yang garis kuningnya membentuk jajargenjang.
 
Jendela sebuah gedung yang berbentuk jajargenjang.
 
Gedung yang berbentuk Jajargenjang.

[1] Lapis PGMI. Matematika 3
[2] Fadhilah.buku pintar matemtika untuk SMP kelas 1-2-3 & umum.cv.bringin 55. solo
[3] Dewi nuharini.Matematika konsep dan aplikasinya untuk kelas VII SMP & MTS.pusat perbukuan departemen pendidikan nasional.surabaya.2008
[4] Drs. Sulardi M.Pd.Pandai Berhitung Matematika Untuk SD Kelas IV.Erlangga.Jakarta.KTSP Standar Isi 2006.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar